Sejarah Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Otista
- masjidabubakarotis

- Apr 14, 2025
- 2 min read
Updated: Apr 15, 2025
Artikel Masjid By Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Otista - 14/04/2025

Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Otista mulanya adalah sebuah rumah hunian milik Bapak H. Abdul Kadir Askar. Di rumah ini Bapak H. Abdul Kadir Askar membesarkan putra-putrinya hingga dewasa. Sebagai bentuk amal jariyah, rumah tersebut diwakafkan untuk masjid. Maka pada tahun 2011 dibangunlah masjid tersebut yang bernama Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Lokasinya di Jl. Otista Raya No.411, RT.006/RW.012, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, tidak jauh dari persimpangan Jalan MT Haryono. Penamaan masjid diilhami oleh nama salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq. Beliau adalah satu dari Khulafaur Rasyidin dan khalifah pertama sepeninggal Rasulullah.
Berangkat dari ketiadaan masjid yang ada di sisi sebelah kiri dari salemba sampai cawang otista maka Haji Abdul Kadir Askar dan keluarga mewakafkan rumah dan tanah untuk dijadikan masjid bagi kemaslahatan ummat.
Masjid ini mulai difungsikan sebagai tempat kegiatan peribadatan pada 1 Ramadhan 1433 H bertepatan dengan 20 Juli 2012. Sebagai pembukaan,diawali dengan kegiatan shalat tarawih yang dipimpin oleh Syaykh Yusuf Abdul Mughni dari Madinah.
Arsitektur masjid sederhana, bergaya urban. Untuk menambah artistik, jendela di lantai teratas dibuat melengkung. Atapnya dipasang kubah dan menara. Tak lupa di bagian depan diberi tulisan timbul dengan warna emas, bertuliskan nama masjid dalam aksara latin dan Arab, Masjid Abu Bakar Ash Shiddiq.
Bangunannya terdiri dari 6 lantai dilengkapi dengan lift dan CCTV. Lantai 1 difungsikan sebagai tempat peribadahan khusus akhwat, perpustakaan dan ruangan DKM lantai 2 digunakan untuk peribadahan khusus ikhwan, Lantai 3 difungsikan untuk kegiatan Pendidikan TKIT Abubakar Ash-Siddiq Otista, sedangkan lantai 4 digunakan sebagai ruang serba guna yang bisa disewa. Sementara lantai paling atas, lantai 5, diperuntukkan sebagai kantor Yayasan Wakaf Al-Askar. Dan lantai 6 difungsikan sebagai STUDIO TV DAKWAH.
Luas masing-masing lantai sekitar 100 m2. Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Otista diperkirakan bisa menampung 500 jama’ah. Sebagai pengingat kepada para jama’ah dipasanglah bacaan doa di dinding dan di bidang kosong. Satu di antaranya “Doa saat bercermin” yang tertempel di setiap cermin.
Bentuk ruangan empat persegi panjang. Mihrab berupa cerukan berbentuk kotak dengan dimensi lebar 2 m, tinggi 2,5 m dan kedalaman 1,5 m. Untuk menghilangkan kesan monoton, dipasanglah kayu berukir Jepara bermotif bunga menghiasi sisi tepi mihrab.
Hiasan kaligrafi ayat suci Al Qur’an warna kuning dan dasar coklat pada bagian atas mihrab menambah keindahan ornamen juga kehidmatan dan kekhusu’an dalam beribadah. Demikian juga sekeliling dinding bagian atas dihiasi kaligrafi dengan corak dan warna yang sama.
Sebagai pemenuhan kelengkapan, di dalam mihrab disiapkan mimbar dan sajadah untuk imam. Mimbar terbuat dari kayu dengan ukiran Jepara bermotif bunga, senada dengan tepian mihrab. Selain itu, masjid juga dilengkapi dengan AC/ penyejuk udara di setiap lantainya untuk membuat jamaah nyaman.
Fasilitas lain yang dimiliki Masjid Abu Bakar Ash-Shddiq Otista adalah halaman parkir, gudang, tempat penitipan sepatu/sandal, Perpustakaan, ruang belajar TKIT Abubakar Ash-Shiddiq Otista, perlengkapan pengurusan jenazah, mobil ambulance, perpustakaan, kantor sekretariat, sound system dan multimedia, pembangkit listrik/genset, kamar mandi/wc, tempat wudhu, dan mesin air minum.



Comments